Categories
Ilmu Kata Mutiara

+50 kata kata mutiara dalam al quran beserta artinya dan penjelasannya

Berikut adalah 50 kata mutiara dari Al-Quran beserta artinya dan penjelasannya:

1. **”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” (Al-Baqarah 2:156)**
– Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.
– Penjelasan: Ungkapan ini biasa digunakan sebagai doa atau penghiburan saat mengalami musibah atau kehilangan.

2. **”Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Baqarah 2:29)**
– Artinya: Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
– Penjelasan: Ayat ini menegaskan pengetahuan Allah yang meliputi segala hal, memberikan keyakinan kepada umat-Nya.

3. **”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah 2:286)**
– Artinya: Allah tidak memberatkan seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.
– Penjelasan: Memberikan pemahaman bahwa setiap ujian yang diberikan sesuai dengan kemampuan individu.

4. **”Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah 94:6)**
– Artinya: Sesungguhnya, setelah kesulitan ada kemudahan.
– Penjelasan: Memberikan harapan dan ketenangan bahwa setiap kesulitan akan diikuti oleh kemudahan.

5. **”Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-An’am 6:80)**
– Artinya: Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
– Penjelasan: Mengingatkan manusia akan pengetahuan Allah yang sempurna.

6. **”Dan Allah bersama orang yang sabar.” (Al-Baqarah 2:153)**
– Artinya: Dan Allah bersama orang-orang yang sabar.
– Penjelasan: Menunjukkan bahwa keberhasilan datang kepada mereka yang sabar dalam menghadapi ujian hidup.

7. **”Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah 2:153)**
– Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, carilah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
– Penjelasan: Mengajak umat Islam untuk bersabar dan beribadah dalam menghadapi cobaan.

8. **”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. Sesungguhnya, kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan kamu sekali-kali tidak akan sampai setinggi gunung.” (Al-Isra 17:37)**
– Artinya: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. Sesungguhnya, kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan kamu sekali-kali tidak akan sampai setinggi gunung.
– Penjelasan: Mengajarkan tentang rendah hati dan mengingatkan akan keterbatasan manusia.

9. **”Sesungguhnya, Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d 13:11)**
– Artinya: Sesungguhnya, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
– Penjelasan: Menekankan pentingnya perubahan internal untuk mencapai perubahan eksternal.

10. **”Dan cukuplah Allah sebagai Penolong bagi kita, dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung.” (Ali ‘Imran 3:173)**
– Artinya: Dan cukuplah Allah sebagai Penolong bagi kita, dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung.
– Penjelasan: Menegaskan bahwa Allah adalah pelindung terbaik dan penolong setia.

11. **”Maka ingatlah kamu kepada-Ku, Aku akan ingat (pula) kepadamu.” (Al-Baqarah 2:152)**
– Artinya: Maka ingatlah kamu kepada-Ku, Aku akan ingat (pula) kepadamu.
– Penjelasan: Menunjukkan pentingnya mengingat dan beribadah kepada Allah untuk mendapatkan perhatian-Nya.

12. **”Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan di muka bumi Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Luqman 31:18)**
– Artinya: Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan di muka bumi Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
– Penjelasan: Mengajarkan untuk tidak mencari kesalahan dan merendahkan orang lain.

13. **”Dan sesungguhnya setiap amal perbuatan itu tergantung niatnya.” (Al-Bukhari)**
– Artinya: Dan sesungguhnya setiap amal perbuatan itu tergantung niatnya.
– Penjelasan: Menekankan pentingnya niat yang tulus dalam melakukan amal perbuatan.

14. **”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman 55:13)**
– Artinya: Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
– Penjelasan: Mengajak manusia untuk merenung dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah.

15. **”Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia sebagai musuh.” (Fatir 35:6)**
– Artinya: Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia sebagai musuh.
– Penjelasan: Peringatan agar manusia waspada terhadap pengaruh buruk setan dan terus berusaha melawan godaannya.

16. **”Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada k

eduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia; tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (Al-Baqarah 2:219)**
– Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia; tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.
– Penjelasan: Memberikan panduan tentang haramnya minuman keras dan perjudian dalam Islam.

17. **”Sesungguhnya, shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut 29:45)**
– Artinya: Sesungguhnya, shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
– Penjelasan: Menunjukkan bahwa shalat memiliki dampak positif dalam membentuk akhlak yang baik.

18. **”Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh dengan tidak benar, maka sesungguhnya Kami telah memberikan kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi hendaklah mereka tidak melampaui batas dalam membunuh (membalasnya); sesungguhnya dia adalah seorang yang mendapat pertolongan.” (Al-Isra 17:33)**
– Artinya: Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh dengan tidak benar, maka sesungguhnya Kami telah memberikan kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi hendaklah mereka tidak melampaui batas dalam membunuh (membalasnya); sesungguhnya dia adalah seorang yang mendapat pertolongan.
– Penjelasan: Menetapkan hukuman bagi pembunuh dan membatasi tindakan pembalasan agar sesuai dengan keadilan.

19. **”Dan hendaklah tidak ada seorang pun yang memberatkan jiwa melainkan pada ukuran kemampuannya. Apabila kamu berkata, hendaklah kamu adil, sekalipun terhadap kerabatmu; dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan-Nya kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.” (Al-An’am 6:152)**
– Artinya: Dan hendaklah tidak ada seorang pun yang memberatkan jiwa melainkan pada ukuran kemampuannya. Apabila kamu berkata, hendaklah kamu adil, sekalipun terhadap kerabatmu; dan penuhlah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan-Nya kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.
– Penjelasan: Menekankan keadilan dalam segala hal dan memenuhi janji sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

20. **”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui (tentangnya). Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra 17:36)**
– Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui (tentangnya). Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.
– Penjelasan: Peringatan agar berhati-hati dalam mengikuti sesuatu dan bertanggung jawab atas perbuatan dan keputusan yang diambil.

21. **”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” (An-Nisa’ 4:29)**
– Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.
– Penjelasan: Menyampaikan larangan terhadap riba dan mengingatkan tentang nilai kehidupan.

22. **”Barangsiapa yang menyelamatkan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menyelamatkan seluruh umat manusia.” (Al-Ma’idah 5:32)**
– Artinya: Barangsiapa yang menyelamatkan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menyelamatkan seluruh umat manusia.
– Penjelasan: Menegaskan nilai tinggi dari menyelamatkan nyawa dan menghormati kehidupan manusia.

23. **”Dan pergunakanlah harta bendamu buat dirimu sendiri (untuk keperluan hidupmu), sebelum datang kematian kepada salah seorang dari kamu, lalu ia berkata: ‘Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematianku) ke waktu yang dekat, sedang aku akan bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” (Al-Munafiqun 63:10)**
– Artinya: Dan pergunakanlah harta bendamu buat dirimu sendiri (untuk keperluan hidupmu), sebelum datang kematian kepada salah seorang dari kamu, lalu ia berkata: ‘Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematianku) ke waktu yang dekat, sedang aku akan bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.
– Penjelasan: Mengingatkan pentingnya bersedekah dan berbuat kebajikan sebelum kematian tiba.

24. **”Dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Hujurat 49:9)**
– Artinya: Dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil

.
– Penjelasan: Mengajarkan pentingnya keadilan dalam segala aspek kehidupan.

25. **”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain. Mereka (yang direndahkan) itu lebih baik daripada mereka (yang merendahkan) itu.” (Al-Hujurat 49:11)**
– Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain. Mereka (yang direndahkan) itu lebih baik daripada mereka (yang merendahkan) itu.
– Penjelasan: Membimbing agar tidak merendahkan orang lain dan menegaskan bahwa kelebihan seseorang tidak membuatnya lebih baik di hadapan Allah.

26. **”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (Ar-Rum 30:21)**
– Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.
– Penjelasan: Menyampaikan keindahan hubungan pernikahan dan pentingnya cinta serta kasih sayang di dalamnya.

27. **”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman 55:16)**
– Artinya: Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
– Penjelasan: Mengingatkan manusia untuk tidak mengingkari dan mengingat nikmat-nikmat Allah yang melimpah.

28. **”Katakanlah: ‘Aku hanya manusia biasa seperti kamu, hanya wahyu kepadaku bahwa Tuhan kamu itu satu Tuhan. Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.'” (Al-Kahfi 18:110)**
– Artinya: Katakanlah: ‘Aku hanya manusia biasa seperti kamu, hanya wahyu kepadaku bahwa Tuhan kamu itu satu Tuhan. Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.’
– Penjelasan: Membimbing untuk menyembah Allah dengan ikhlas dan beramal sholeh tanpa menyekutukan-Nya.

29. **”Dan Kami berikan kitab kepada Musa, tetapi mereka berselisih tentang kitab itu, padahal mereka telah diberi pengetahuan, karena hal itu, agar mereka (orang-orang yang kafir) yakin.” (Al-Baqarah 2:213)**
– Artinya: Dan Kami berikan kitab kepada Musa, tetapi mereka berselisih tentang kitab itu, padahal mereka telah diberi pengetahuan, karena hal itu, agar mereka (orang-orang yang kafir) yakin.
– Penjelasan: Menunjukkan betapa pentingnya menggunakan ilmu pengetahuan yang diberikan Allah untuk memperoleh keyakinan yang benar.

30. **”Dan kepada Allah menyerahkan diri semua makhluk di langit dan di bumi, dengan sukarela atau terpaksa, dan kepada-Nya mereka akan dikembalikan.” (Ali ‘Imran 3:83)**
– Artinya: Dan kepada Allah menyerahkan diri semua makhluk di langit dan di bumi, dengan sukarela atau terpaksa, dan kepada-Nya mereka akan dikembalikan.
– Penjelasan: Menegaskan bahwa semua makhluk akan kembali kepada Allah dan bahwa ketaatan kepada-Nya dilakukan dengan sukarela atau terpaksa.

31. **”Dan mengenai harta pusaka, hendaklah pewaris laki-laki mendapat bagian yang sama seperti bagian dua orang perempuan.” (An-Nisa’ 4:11)**
– Artinya: Dan mengenai harta pusaka, hendaklah pewaris laki-laki mendapat bagian yang sama seperti bagian dua orang perempuan.
– Penjelasan: Menetapkan hak-hak warisan bagi laki-laki dan perempuan sebagai bentuk keadilan.

32. **”Dan Dia-lah Yang menjadikan malam dan siang berturut-turut bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau bersyukur.” (Al-Furqan 25:62)**
– Artinya: Dan Dia-lah Yang menjadikan malam dan siang berturut-turut bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau bersyukur.
– Penjelasan: Mengajak manusia untuk merenung dan bersyukur atas penciptaan Allah, baik di waktu malam maupun siang.

33. **”Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) menyempurnakan kebaikan padanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A’raf 7:56)**
– Artinya: Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) menyempurnakan kebaikan padanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
– Penjelasan: Mendorong untuk menjaga kelestarian bumi dan berdoa kepada Allah dengan rasa takut dan harapan.

34. **”Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (At-Talaq 65:3)**
– Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
– Penjelasan: Menegaskan pentingnya tawakkal, yaitu bergantung sepenuhnya kepada Allah dalam segala urusan.

35. **”Hai

orang-orang yang beriman, janganlah sebahagian kamu mengejek sebahagian yang lain; boleh jadi yang dicela lebih baik dari pada yang mencela, dan janganlah sebahagian dari kamu mengumpat sebahagian yang lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat 49:11)**
– Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sebahagian kamu mengejek sebahagian yang lain; boleh jadi yang dicela lebih baik dari pada yang mencela, dan janganlah sebahagian dari kamu mengumpat sebahagian yang lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
– Penjelasan: Melarang fitnah dan ejekan antar sesama Muslim serta menekankan pentingnya takwa.

36. **”Sesungguhnya, setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia sebagai musuh. Sesungguhnya, panggilan setan itu hanyalah untuk golongan yang jauh (dari petunjuk).” (Fussilat 41:36)**
– Artinya: Sesungguhnya, setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia sebagai musuh. Sesungguhnya, panggilan setan itu hanyalah untuk golongan yang jauh (dari petunjuk).
– Penjelasan: Memberi peringatan tentang bahaya setan dan mengajak untuk menjauhinya.

37. **”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman 55:33)**
– Artinya: Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
– Penjelasan: Mengajak manusia untuk merenung dan bersyukur atas segala nikmat Allah yang melimpah.

38. **”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Ali ‘Imran 3:190)**
– Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
– Penjelasan: Menunjukkan kebesaran Allah dalam penciptaan alam semesta sebagai tanda bagi orang yang berakal.

39. **”Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hashr 59:19)**
– Artinya: Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.
– Penjelasan: Peringatan agar tidak lupa kepada Allah dan akibat yang akan diterima oleh orang yang lalai.

40. **”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang telah diazabkan-Nya pada setiap sesuatu.” (At-Talaq 65:2-3)**
– Artinya: Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang telah diazabkan-Nya pada setiap sesuatu.
– Penjelasan: Mendorong untuk bertaqwa dan bertawakkal kepada Allah, yakin bahwa Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki yang tak terduga.

41. **”Dan berikanlah kepada keluarga yang dekat dengan haknya, dan kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) dengan berlebih-lebihan. Sesungguhnya orang yang berlebih-lebihan adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Al-Isra 17:26-27)**
– Artinya: Dan berikanlah kepada keluarga yang dekat dengan haknya, dan kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) dengan berlebih-lebihan. Sesungguhnya orang yang berlebih-lebihan adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.
– Penjelasan: Memberikan petunjuk tentang cara berinfak dan memberi sedekah dengan bijak.

42. **”Dan hendaklah kamu berlaku adil terhadap anak-anak yatim itu, (kalau kamu menjadi hakim) walaupun ia kerabatmu sendiri. Sesungguhnya hal itu lebih mendekatkan mereka kepada keadilan. Dan sempurnakanlah takaran, timbang-timbanglah dengan timbangan yang lurus, dan janganlah Kami memberikan kepada seseorang beban melainkan dengan sepadan dengan kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, hendaklah kamu berlaku adil, sekalipun terhadap kerabatmu, dan dekatkanlah dirimu kepada Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-An’am 6:152)**
– Artinya: Dan hendaklah kamu berlaku adil terhadap anak-anak yatim itu, (kalau kamu menjadi hakim) walaupun ia kerabatmu sendiri. Sesungguhnya hal itu lebih mendekat

kan mereka kepada keadilan. Dan sempurnakanlah takaran, timbang-timbanglah dengan timbangan yang lurus, dan janganlah Kami memberikan kepada seseorang beban melainkan dengan sepadan dengan kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, hendaklah kamu berlaku adil, sekalipun terhadap kerabatmu, dan dekatkanlah dirimu kepada Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
– Penjelasan: Menekankan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan dan mengingatkan tentang keadilan terhadap anak yatim.

43. **”Sesungguhnya, di waktu kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah 94:6)**
– Artinya: Sesungguhnya, di waktu kesulitan itu ada kemudahan.
– Penjelasan: Menyampaikan harapan bahwa setiap kesulitan akan diikuti oleh kemudahan.

44. **”Dan apabila kamu dibinasakan dalam suatu kota, maka orang-orang yang zalim di dalamnya ditimpa siksaan (yang keras); itulah sebabnya kelak (akan binasa) kota-kota-kota besar.” (Al-Isra 17:16)**
– Artinya: Dan apabila kamu dibinasakan dalam suatu kota, maka orang-orang yang zalim di dalamnya ditimpa siksaan (yang keras); itulah sebabnya kelak (akan binasa) kota-kota-kota besar.
– Penjelasan: Mengingatkan akan hukuman Allah terhadap kota-kota yang penuh dengan kezaliman.

45. **”Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh dengan tidak benar, maka sesungguhnya Kami telah memberikan kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi hendaklah mereka tidak melampaui batas dalam membunuh (membalasnya); sesungguhnya dia adalah seorang yang mendapat pertolongan.” (Al-Isra 17:33)**
– Artinya: Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh dengan tidak benar, maka sesungguhnya Kami telah memberikan kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi hendaklah mereka tidak melampaui batas dalam membunuh (membalasnya); sesungguhnya dia adalah seorang yang mendapat pertolongan.
– Penjelasan: Menetapkan hukuman bagi pembunuh dan membatasi tindakan pembalasan agar sesuai dengan keadilan.

46. **”Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat: ‘Kapan terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menyatakannya pada waktunya kecuali Dia. Berat sekali (hari kiamat) di langit dan di bumi. Tidak datang kepadamu melainkan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seolah-olah kamu mengetahuinya dengan pasti. Katakanlah: ‘Pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.'” (Al-A’raf 7:187)**
– Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat: ‘Kapan terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menyatakannya pada waktunya kecuali Dia. Berat sekali (hari kiamat) di langit dan di bumi. Tidak datang kepadamu melainkan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seolah-olah kamu mengetahuinya dengan pasti. Katakanlah: ‘Pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’
– Penjelasan: Menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat dan manusia tidak memiliki pengetahuan tentangnya.

47. **”Dan sesungguhnya tidak ada binatang melata di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua itu tertulis dalam kitab yang nyata.” (Hud 11:6)**
– Artinya: Dan sesungguhnya tidak ada binatang melata di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua itu tertulis dalam kitab yang nyata.
– Penjelasan: Mengajarkan kepercayaan bahwa rezeki setiap makhluk diatur oleh Allah dan segala sesuatu tertulis dalam kitab-Nya.

48. **”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui (tentangnya). Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra 17:36)**
– Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui (tentangnya). Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.
– Penjelasan: Mendorong untuk berhati-hati dalam mengikuti sesuatu dan mengingat bahwa segala sesuatu akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

49. **”Dan janganlah kamu mencari keburukan di muka bumi sesudah (Allah) menyempurnakan kebaikan padanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Isra 17:37)**
– Artinya: Dan janganlah kamu mencari keburukan di muka bumi sesudah (Allah) menyempurnakan kebaikan padanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa

takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
– Penjelasan: Mendorong untuk menjaga kelestarian bumi dan berdoa dengan rasa takut dan harapan kepada Allah.

50. **”Dan tidaklah patut bagi seorang manusia (mendapat) apa yang diucapkannya, kecuali (sebagai pembuktian) kejahatan atau kebajikan yang diucapkannya. Dan apabila datang waktu mati kepada salah seorang di antara mereka, tidaklah ia dapat mengundurkannya sedikit pun dan tidak (pula) dapat mendahulukannya.” (Yasin 36:39-40)**
– Artinya: Dan tidaklah patut bagi seorang manusia (mendapat) apa yang diucapkannya, kecuali (sebagai pembuktian) kejahatan atau kebajikan yang diucapkannya. Dan apabila datang waktu mati kepada salah seorang di antara mereka, tidaklah ia dapat mengundurkannya sedikit pun dan tidak (pula) dapat mendahulukannya.
– Penjelasan: Menegaskan bahwa setiap ucapan dan perbuatan akan menjadi bukti di hari kiamat, dan tidak ada yang dapat mengubah takdir kematian.

Itulah 50 kata mutiara dari Al-Quran beserta artinya dan penjelasannya. Semoga ayat-ayat tersebut dapat memberikan inspirasi, petunjuk, dan kebijaksanaan bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *