Categories
Ilmu Kata Mutiara

+50 kata kata mutiara dalam psht beserta artinya

Psht atau Persaudaraan Setia Hati Terate adalah salah satu aliran bela diri tradisional di Indonesia. Kata-kata mutiara dalam Psht sering kali mengandung nilai-nilai kebijaksanaan, kejujuran, dan semangat. Berikut adalah 50 kata-kata mutiara dalam Psht beserta artinya:

1. “Budi pekerti seorang manusia adalah bunga teratai di atas air keruh.”
2. “Hidup ini penuh liku-liku, tetapi seorang ksatria tetap berdiri tegak di tengah badai.”
3. “Setiap langkah adalah perjalanan, dan setiap perjalanan adalah pengalaman.”
4. “Keberanian bukanlah ketidakmampuan merasakan takut, tetapi kemampuan mengatasi rasa takut itu sendiri.”
5. “Air yang tenang menghanyutkan, tetapi air yang deras menggerakkan segalanya.”
6. “Seorang ksatria tidak hanya tangguh dalam fisik, tetapi juga dalam hati dan jiwa.”
7. “Takdir adalah buah dari pohon perbuatan, dan setiap tindakan membentuk takdir kita sendiri.”
8. “Senyuman adalah senjata ampuh yang dapat menghancurkan kegelapan di hati manusia.”
9. “Keberhasilan adalah hasil dari ketekunan dan tekad yang kuat.”
10. “Setiap ujian adalah peluang untuk tumbuh dan menjadi lebih kuat.”
11. “Kesetiaan adalah ikatan yang tak terputus antara hati dan kebenaran.”
12. “Jangan pernah menyerah, karena setiap kegagalan adalah langkah menuju kesuksesan.”
13. “Percayalah pada dirimu sendiri, karena kekuatan sejati berasal dari dalam hati.”
14. “Kesederhanaan adalah kekayaan sejati, dan kebijaksanaan adalah harta yang abadi.”
15. “Ketulusan adalah bahasa universal yang dapat dipahami oleh setiap jiwa.”
16. “Dalam keheningan, kita menemukan kebijaksanaan; dalam kesendirian, kita menemukan diri kita sendiri.”
17. “Ksatria sejati tidak hanya melindungi dirinya sendiri, tetapi juga melindungi yang lemah dan teraniaya.”
18. “Hormatilah lawanmu, karena dalam pertarungan, kita belajar tentang kekuatan dan kelemahan diri sendiri.”
19. “Kebebasan bukanlah hak untuk merusak, tetapi tanggung jawab untuk bertindak bijaksana.”
20. “Sebuah seni bela diri yang sejati adalah seni untuk melindungi, bukan untuk menyakiti.”
21. “Tidak ada kehormatan tanpa integritas, dan tidak ada keberanian tanpa kejujuran.”
22. “Ksatria sejati tidak pernah menggunakan kekuatan untuk menindas, tetapi untuk melindungi yang lemah.”
23. “Kesabaran adalah kuncinya; setiap batu loncatan membawa kita lebih dekat pada tujuan.”
24. “Bentuk tubuh tidak menentukan kekuatan, tetapi kekuatan berasal dari tekad dan semangat.”
25. “Dalam kegelapan, kita temukan keberanian; dalam kesulitan, kita temukan ketekunan.”
26. “Hidup adalah perjalanan, dan setiap langkah adalah kesempatan untuk menjadi lebih baik.”
27. “Berkat adalah air yang mengalir dari gunung ke lembah; semakin tinggi gunungnya, semakin deras airnya.”
28. “Hanya dengan mengetahui diri sendiri, kita dapat mengatasi segala rintangan.”
29. “Kesetiaan bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri dan prinsip hidup.”
30. “Hidup ini adalah medan perang, dan kebijaksanaan adalah senjata yang paling ampuh.”
31. “Ksatria sejati tidak hanya kuat dalam fisik, tetapi juga dalam hati yang lembut.”
32. “Hiduplah dengan penuh semangat dan dedikasi, karena itu adalah kunci kesuksesan.”
33. “Jangan pernah takut untuk menghadapi kebenaran, karena kebenaran akan membebaskanmu.”
34. “Dalam kebersamaan, kita temukan kekuatan; dalam persatuan, kita temukan kemenangan.”
35. “Kesempurnaan bukanlah tujuan, tetapi perjalanan menuju kedewasaan.”
36. “Kebijaksanaan adalah cahaya yang menerangi jalan gelap kehidupan.”
37. “Keberanian adalah kemampuan untuk bertindak meskipun takut.”
38. “Dalam kesendirian, kita menemukan ketenangan; dalam keheningan, kita mendengar suara hati kita sendiri.”
39. “Tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan, dan tidak ada kemajuan tanpa perjuangan.”
40. “Bersyukurlah atas setiap kesempatan, karena di setiap kesempatan terdapat potensi keberhasilan.”
41. “Ksatria sejati tahu kapan harus bertindak dan kapan harus bersabar.”
42. “Integritas adalah fondasi dari kehidupan yang bermakna dan berarti.”
43. “Kesuksesan bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi awal dari tantangan baru.”
44. “Dalam kegagalan, kita temukan pembelajaran; dalam kesuksesan, kita temukan kebanggaan.”
45. “Kesetiaan pada prinsip adalah landasan yang kuat bagi kehidupan yang bermakna.”
46. “Hidup ini adalah panggung, dan kita semua aktor yang bermain peran masing-masing.”
47. “Dalam setiap ujian, kita menemukan kekuatan yang tidak kita ketahui sebelumnya.”
48. “Bersikap adil dalam segala hal, karena keadilan adalah pondasi dari perdamaian.”
49. “Keberanian adalah keputusan untuk bertindak, bahkan ketika rasa takut melanda.”
50. “Jadilah seperti bambu yang lentur, tetapi tetap tegar di tengah badai kehidupan.”

Semoga kata-kata mutiara ini memberikan inspirasi dan motivasi dalam perjalanan hidup Anda.

Categories
Ilmu Kata Mutiara

+32 kata kata mutiara dalam bahasa minang beserta artinya

Berikut adalah 50 kata mutiara dalam bahasa Minang beserta artinya:

1. **Usah lah ka barih tangan nan kosong, tapi ka tabang lah barih hati nan hampa.**
Artinya: Jangan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi berikanlah kasih sayang dan perhatian.

2. **Lamo nan di palambiak, manjalo nan di pomaang.**
Artinya: Lama yang dikerjakan bersama-sama terasa ringan, tetapi yang dikerjakan sendiri terasa berat.

3. **Bapaneh nan lalu, indak salamaik.**
Artinya: Masa lalu yang buruk tidak baik untuk diingat terus-menerus.

4. **Usah lah ka barih pariaman ka atas, kalau barih hati ka bawah.**
Artinya: Tidak ada artinya memiliki kekayaan di luar jika hati kita tidak bahagia.

5. **Ciek lah nan di jalan, ciek lah nan di hati.**
Artinya: Bersihlah dalam perbuatan dan bersihlah dalam hati.

6. **Manjalo nan di kapalo, mato nan di mata, tapi jantuang nan di hati.**
Artinya: Lebih baik melihat kekurangan pada diri sendiri daripada melihat kesalahan orang lain.

7. **Kok salamo bana lah manumpang, kalau punyo ndak rasonyo.**
Artinya: Lebih baik tidak meminjam jika tidak mampu mengembalikan.

8. **Sajadah nan dipapaluik, malang nan dipupuluik.**
Artinya: Kesulitan yang dihadapi saat ini mungkin membawa keberuntungan di masa depan.

9. **Kalau hulun tabang tangan, jantuang lah ka uda.**
Artinya: Jika kita memberi bantuan, berikanlah dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan.

10. **Batuah nan di tangan, insiah nan di tibo.**
Artinya: Kebaikan yang kita lakukan akan berbuah manis.

11. **Ciek lah di dalam, baru kecantikan tampak di luar.**
Artinya: Keindahan hati adalah yang sebenarnya membuat seseorang cantik.

12. **Kalau budi diukir di batu, indak galah.**
Artinya: Budi pekerti yang baik seperti ukiran di batu, tidak akan luntur oleh waktu.

13. **Kalau nan jadiangan di langik, indak lamo-lamo jadiangan di panyalo.**
Artinya: Jangan menunda-nunda pekerjaan, karena semakin ditunda, semakin sulit diselesaikan.

14. **Kalau nan dijalan nan bersimpang, indak laie ka pulang ka hati.**
Artinya: Jika kita menghadapi pilihan sulit, dengarkanlah suara hati kita.

15. **Bapaneh nan malam, indak bakaba.**
Artinya: Kesalahan yang dilakukan di malam hari sulit untuk disembunyikan.

16. **Kalau nan kuciak di hati, indak bakaji.**
Artinya: Kebohongan yang tersimpan di hati sulit untuk terungkap.

17. **Lamo-lamo kalau dipikia, tabang nan diingati, pulang nan dilupakan.**
Artinya: Kadang-kadang, yang sulit dilupakan adalah bantuan yang kita terima, bukan kebaikan yang kita berikan.

18. **Di jalan nan baiak, banyak nan ka kutuai.**
Artinya: Di tempat yang baik, banyak pelajaran yang bisa dipetik.

19. **Tangan nan barih, usah diukir di kaki nan bariang.**
Artinya: Prestasi yang kita capai seharusnya tercermin di tindakan kita, bukan di omong kosong.

20. **Dalam nan di hulu, nan dibawah pun indak lah jadi.**
Artinya: Kebijaksanaan dan keadilan harus dimulai dari pemimpin.

21. **Kalau nan jadiangan di hati, indak lamo-lamo jadiangan di mulut.**
Artinya: Jangan berjanji jika kita tidak berniat untuk memenuhinya.

22. **Cinto nan bakasuduang, nan indak bakalutang.**
Artinya: Cinta sejati akan terjaga meskipun menghadapi berbagai rintangan.

23. **Di rantau nan baiak, nan indak baiak jadi baiak.**
Artinya: Di tempat yang baik, yang tidak baik bisa menjadi baik.

24. **Babalu nan diiduik, jan lamo-lamo diulayiang.**
Artinya: Kesalahan yang kita lakukan sebaiknya segera diperbaiki.

25. **Bajalan nan lapah, manantang nan bana.**
Artinya: Jalan yang sulit dilalui biasanya akan membawa hasil yang baik.

26. **Kalau hulun indak tabang tangan, marantau lah ka dunia.**
Artinya: Jika kita tidak bisa memberikan bantuan fisik, setidaknya kita bisa memberikan nasihat yang baik.

27. **Bamain gadih nan indak pakai jatuah.**
Artinya: Orang yang sombong biasanya tidak memakai harta kekayaan mereka untuk membantu orang lain.

28. **Kalau nan dipamahatui nan mati, indak tabaluik.**
Artinya: Orang yang telah meninggal tidak akan kembali, jadi hargailah mereka selagi masih hidup.

29. **Bajanuang nan di hulun, kalau indak tabang tangan, marantau lah ka dunia.**
Artinya: Jika kita memiliki kemampuan, kita seharusnya membantu orang lain.

30. **Jika nan di baliak, jan lah ditaruang di luluah.**
Artinya: Jangan menghakimi seseorang berdasarkan masa lalunya.

31. **Kalau nan di bawaangan, jan dipikia nan di batuangan.**
Artinya: Jangan menghakimi seseorang berdasarkan penampilannya saja.

32. **Bajalan nan salamaik, manantang nan paralu.**
Artinya: Jalan yang baik adalah jalan yang penuh dengan kejujuran dan ketulusan.

Categories
Ilmu Kata Mutiara

+50 kata kata mutiara dalam bahasa jawa beserta artinya

Tentu, berikut adalah 50 kata mutiara dalam bahasa Jawa beserta artinya:

1. “Aja mangan ora kathokan.”
Artinya: Jangan makan tanpa doa.

2. “Urip iki mung mampir nganti padha.”
Artinya: Hidup ini hanya singgah sebentar, hingga berbagilah dengan sesama.

3. “Ora nduwe kaya, ora apa-apa.”
Artinya: Tidak memiliki harta bukan berarti tidak memiliki apa-apa.

4. “Urip mung mampir nganti padha.”
Artinya: Hidup ini hanya singgah sebentar, hingga berbagilah dengan sesama.

5. “Ora usum, ora asam uripku.”
Artinya: Tidak berkecil hati, tidak pahit hidupku.

6. “Aja dadi wong sareh, kanggo arep, sing dadi wong silih.”
Artinya: Jangan menjadi orang yang sombong hanya untuk dipandang, tetapi menjadi orang yang berguna untuk orang lain.

7. “Sak dereng soko kelangan, ana kelangan soko dereng.”
Artinya: Dalam kehilangan, kita dapat menemukan kebenaran.

8. “Sopo wani mati, ojo wani lali.”
Artinya: Siapa yang berani mati, jangan sampai lupa.

9. “Aja ngrusak ati wong liyo, ngrusak ati urip sendiri.”
Artinya: Jangan menyakiti hati orang lain, karena itu akan merusak hati dan hidup sendiri.

10. “Limpapeh tulis, kalih meh petheng.”
Artinya: Sepuluh tulisan, lebih baik daripada seribu kata-kata.

11. “Ora mudheng kui, ora ngrasakake saklawase.”
Artinya: Tidak mengerti bukan berarti tidak merasakannya sepenuhnya.

12. “Kerja keras, maning njero ati.”
Artinya: Kerja keras berasal dari hati.

13. “Leren tanpa yasan, ora eling lan angas-angus.”
Artinya: Belajar tanpa henti, jangan lupa dan sombong.

14. “Urip iki mung mampir nganti padha.”
Artinya: Hidup ini hanya singgah sebentar, jangan lupa berbagi.

15. “Ngluruk tanpa bala, mangan tanpa kenyang.”
Artinya: Bergerak tanpa dukungan, makan tanpa kepuasan.

16. “Ora duwe opo-opo, duwe ati kang seneng.”
Artinya: Tidak memiliki banyak hal, tetapi hati yang bahagia.

17. “Sopo sing nggoleki, bakal nemu.”
Artinya: Siapa yang mencari, akan menemukan.

18. “Ora ana mbayar, ana prasaja.”
Artinya: Tidak ada yang gratis, ada imbalan.

19. “Leres tanpa empan, sugih tanpa tameng.”
Artinya: Kesejahteraan tanpa perjuangan, kekayaan tanpa perlindungan.

20. “Ora mangan ora kenyang, ora njaluk ora kepengen.”
Artinya: Tidak makan tidak kenyang, tidak minta tidak dapat.

21. “Ora sida-sida, maring ngidul ora dadi.”
Artinya: Tidak berputus asa, di atas langit masih ada langit.

22. “Gusti mboten nampa wong luweh.”
Artinya: Tuhan tidak akan meninggalkan hamba-Nya.

23. “Urip kudu sabar, sing penting halal.”
Artinya: Hidup harus sabar, yang penting halal.

24. “Dudu amoh-amoh, amoh-amoh lali.”
Artinya: Bukan mimpi-mimpi, mimpi yang terlupakan.

25. “Tak tresna sampeyan, tanpa pamrih lan sengsara.”
Artinya: Aku mencintaimu tanpa pamrih dan penderitaan.

26. “Urip itu anane pitulung saka Gusti.”
Artinya: Hidup ini adalah anugerah dari Tuhan.

27. “Aja sengsara maring ati wong liyo.”
Artinya: Jangan menyebabkan penderitaan pada hati orang lain.

28. “Ngluruk tanpa bala, mangan tanpa kenyang.”
Artinya: Bergerak tanpa dukungan, makan tanpa kepuasan.

29. “Aja isin kanggo ditiru, nanging kanggo ditiru gawe wae.”
Artinya: Jangan malu untuk ditiru, tetapi buatlah yang bisa ditiru.

30. “Yen lagi numpak tondo, aja mbledhag.”
Artinya: Jika sedang naik sepeda, jangan takut jatuh.

31. “Yen mbiyen tekane ora adil, mugi-mugi mbiyen iki mesthi adil.”
Artinya: Jika di masa lalu tidak adil, semoga masa depan pasti adil.

32. “Wong nduwe kesaktian, nanging kesaktian iku ora iso nguntal.”
Artinya: Orang memiliki kelebihan, tapi kelebihan itu tidak bisa disembunyikan.

33. “Aja mlebu bronto, aja mlebu anjlog.”
Artinya: Jangan masuk dengan kasar, jangan keluar dengan tergesa-gesa.

34. “Lulus sekolah dadi bukan sing pinter, tapi lulus ing sekolah dadi wong sing pinter.”
Artinya: Lulus dari sekolah bukan berarti pintar, tapi lulus dari sekolah dan menjadi orang yang pintar.

35. “Yen mbiyen kowe gatel, mugi-mugi mbiyen gatelku, ora mbiyen gatelmu.”
Artinya: Jika dulu kau merasa gatal, semoga sekarang gatalku, bukan gatalmu.

36. “Ora kaya melu, ora miskin melu.”
Artinya: Tidak kaya yang dikejar, tapi keberkahan.

37. “Keminter wong liyo, nduweni keminteranmu.”
Artinya: Menghargai orang lain, memiliki kebaikan hati.

38. “Nanging soko lumrah, ono

sing ora njaluk, ono sing ora bisa.”
Artinya: Tetapi dari alam, ada yang tidak diminta, ada yang tidak bisa.

39. “Ora ngaku takabur, nanging ngaku nduwe keberkahan.”
Artinya: Tidak sombong, tapi bangga memiliki keberkahan.

40. “Ora rumangsa, ora keda-keda.”
Artinya: Tidak merasa besar, tidak merasa kecil.

41. “Urip iki awan.”
Artinya: Hidup ini bagai awan yang terus bergerak.

42. “Ora mudheng kui, ora eling lan angas-angus.”
Artinya: Tidak mengerti bukan berarti tidak paham dan sombong.

43. “Yen lagi kono, yen lagi ngono, ora mulo.”
Artinya: Jika lagi di sini, jika lagi di sana, jangan lupa diri.

44. “Sopo sing nggoleki, bakal nemu.”
Artinya: Siapa yang mencari, akan menemukan.

45. “Ora nggruni ala, ala iki soko uripmu.”
Artinya: Jangan salahkan takdir, takdir itu berasal dari hidupmu sendiri.

46. “Lanang mbokmu iki karo kewan sejatine.”
Artinya: Sejati itu laki-laki yang bertanggung jawab.

47. “Ora sida-sida, maring ngidul ora dadi.”
Artinya: Tidak putus asa, di atas langit masih ada langit.

48. “Urip itu anane pitulung saka Gusti.”
Artinya: Hidup ini adalah anugerah dari Tuhan.

49. “Ora ana ngawur, nanging ana urung-urungan.”
Artinya: Tidak ada yang sia-sia, tapi ada yang belum tentu.

50. “Urip iki kang saiki, saiki kang saiki.”
Artinya: Hidup ini apa adanya, yang sekarang adalah yang sekarang.

Categories
Ilmu Kata Mutiara

+50 kata kata mutiara dalam al quran beserta artinya dan penjelasannya

Berikut adalah 50 kata mutiara dari Al-Quran beserta artinya dan penjelasannya:

1. **”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un” (Al-Baqarah 2:156)**
– Artinya: Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.
– Penjelasan: Ungkapan ini biasa digunakan sebagai doa atau penghiburan saat mengalami musibah atau kehilangan.

2. **”Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Baqarah 2:29)**
– Artinya: Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
– Penjelasan: Ayat ini menegaskan pengetahuan Allah yang meliputi segala hal, memberikan keyakinan kepada umat-Nya.

3. **”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Al-Baqarah 2:286)**
– Artinya: Allah tidak memberatkan seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.
– Penjelasan: Memberikan pemahaman bahwa setiap ujian yang diberikan sesuai dengan kemampuan individu.

4. **”Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah 94:6)**
– Artinya: Sesungguhnya, setelah kesulitan ada kemudahan.
– Penjelasan: Memberikan harapan dan ketenangan bahwa setiap kesulitan akan diikuti oleh kemudahan.

5. **”Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-An’am 6:80)**
– Artinya: Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
– Penjelasan: Mengingatkan manusia akan pengetahuan Allah yang sempurna.

6. **”Dan Allah bersama orang yang sabar.” (Al-Baqarah 2:153)**
– Artinya: Dan Allah bersama orang-orang yang sabar.
– Penjelasan: Menunjukkan bahwa keberhasilan datang kepada mereka yang sabar dalam menghadapi ujian hidup.

7. **”Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah 2:153)**
– Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, carilah pertolongan dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
– Penjelasan: Mengajak umat Islam untuk bersabar dan beribadah dalam menghadapi cobaan.

8. **”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. Sesungguhnya, kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan kamu sekali-kali tidak akan sampai setinggi gunung.” (Al-Isra 17:37)**
– Artinya: Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong. Sesungguhnya, kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan kamu sekali-kali tidak akan sampai setinggi gunung.
– Penjelasan: Mengajarkan tentang rendah hati dan mengingatkan akan keterbatasan manusia.

9. **”Sesungguhnya, Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d 13:11)**
– Artinya: Sesungguhnya, Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
– Penjelasan: Menekankan pentingnya perubahan internal untuk mencapai perubahan eksternal.

10. **”Dan cukuplah Allah sebagai Penolong bagi kita, dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung.” (Ali ‘Imran 3:173)**
– Artinya: Dan cukuplah Allah sebagai Penolong bagi kita, dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung.
– Penjelasan: Menegaskan bahwa Allah adalah pelindung terbaik dan penolong setia.

11. **”Maka ingatlah kamu kepada-Ku, Aku akan ingat (pula) kepadamu.” (Al-Baqarah 2:152)**
– Artinya: Maka ingatlah kamu kepada-Ku, Aku akan ingat (pula) kepadamu.
– Penjelasan: Menunjukkan pentingnya mengingat dan beribadah kepada Allah untuk mendapatkan perhatian-Nya.

12. **”Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan di muka bumi Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Luqman 31:18)**
– Artinya: Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan di muka bumi Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
– Penjelasan: Mengajarkan untuk tidak mencari kesalahan dan merendahkan orang lain.

13. **”Dan sesungguhnya setiap amal perbuatan itu tergantung niatnya.” (Al-Bukhari)**
– Artinya: Dan sesungguhnya setiap amal perbuatan itu tergantung niatnya.
– Penjelasan: Menekankan pentingnya niat yang tulus dalam melakukan amal perbuatan.

14. **”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman 55:13)**
– Artinya: Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
– Penjelasan: Mengajak manusia untuk merenung dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah.

15. **”Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia sebagai musuh.” (Fatir 35:6)**
– Artinya: Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia sebagai musuh.
– Penjelasan: Peringatan agar manusia waspada terhadap pengaruh buruk setan dan terus berusaha melawan godaannya.

16. **”Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada k

eduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia; tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (Al-Baqarah 2:219)**
– Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia; tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.
– Penjelasan: Memberikan panduan tentang haramnya minuman keras dan perjudian dalam Islam.

17. **”Sesungguhnya, shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut 29:45)**
– Artinya: Sesungguhnya, shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.
– Penjelasan: Menunjukkan bahwa shalat memiliki dampak positif dalam membentuk akhlak yang baik.

18. **”Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh dengan tidak benar, maka sesungguhnya Kami telah memberikan kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi hendaklah mereka tidak melampaui batas dalam membunuh (membalasnya); sesungguhnya dia adalah seorang yang mendapat pertolongan.” (Al-Isra 17:33)**
– Artinya: Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh dengan tidak benar, maka sesungguhnya Kami telah memberikan kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi hendaklah mereka tidak melampaui batas dalam membunuh (membalasnya); sesungguhnya dia adalah seorang yang mendapat pertolongan.
– Penjelasan: Menetapkan hukuman bagi pembunuh dan membatasi tindakan pembalasan agar sesuai dengan keadilan.

19. **”Dan hendaklah tidak ada seorang pun yang memberatkan jiwa melainkan pada ukuran kemampuannya. Apabila kamu berkata, hendaklah kamu adil, sekalipun terhadap kerabatmu; dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan-Nya kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.” (Al-An’am 6:152)**
– Artinya: Dan hendaklah tidak ada seorang pun yang memberatkan jiwa melainkan pada ukuran kemampuannya. Apabila kamu berkata, hendaklah kamu adil, sekalipun terhadap kerabatmu; dan penuhlah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan-Nya kepadamu agar kamu mengambil pelajaran.
– Penjelasan: Menekankan keadilan dalam segala hal dan memenuhi janji sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

20. **”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui (tentangnya). Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra 17:36)**
– Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui (tentangnya). Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.
– Penjelasan: Peringatan agar berhati-hati dalam mengikuti sesuatu dan bertanggung jawab atas perbuatan dan keputusan yang diambil.

21. **”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” (An-Nisa’ 4:29)**
– Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.
– Penjelasan: Menyampaikan larangan terhadap riba dan mengingatkan tentang nilai kehidupan.

22. **”Barangsiapa yang menyelamatkan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menyelamatkan seluruh umat manusia.” (Al-Ma’idah 5:32)**
– Artinya: Barangsiapa yang menyelamatkan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah menyelamatkan seluruh umat manusia.
– Penjelasan: Menegaskan nilai tinggi dari menyelamatkan nyawa dan menghormati kehidupan manusia.

23. **”Dan pergunakanlah harta bendamu buat dirimu sendiri (untuk keperluan hidupmu), sebelum datang kematian kepada salah seorang dari kamu, lalu ia berkata: ‘Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematianku) ke waktu yang dekat, sedang aku akan bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.” (Al-Munafiqun 63:10)**
– Artinya: Dan pergunakanlah harta bendamu buat dirimu sendiri (untuk keperluan hidupmu), sebelum datang kematian kepada salah seorang dari kamu, lalu ia berkata: ‘Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematianku) ke waktu yang dekat, sedang aku akan bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.
– Penjelasan: Mengingatkan pentingnya bersedekah dan berbuat kebajikan sebelum kematian tiba.

24. **”Dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (Al-Hujurat 49:9)**
– Artinya: Dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil

.
– Penjelasan: Mengajarkan pentingnya keadilan dalam segala aspek kehidupan.

25. **”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain. Mereka (yang direndahkan) itu lebih baik daripada mereka (yang merendahkan) itu.” (Al-Hujurat 49:11)**
– Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain. Mereka (yang direndahkan) itu lebih baik daripada mereka (yang merendahkan) itu.
– Penjelasan: Membimbing agar tidak merendahkan orang lain dan menegaskan bahwa kelebihan seseorang tidak membuatnya lebih baik di hadapan Allah.

26. **”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.” (Ar-Rum 30:21)**
– Artinya: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.
– Penjelasan: Menyampaikan keindahan hubungan pernikahan dan pentingnya cinta serta kasih sayang di dalamnya.

27. **”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman 55:16)**
– Artinya: Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
– Penjelasan: Mengingatkan manusia untuk tidak mengingkari dan mengingat nikmat-nikmat Allah yang melimpah.

28. **”Katakanlah: ‘Aku hanya manusia biasa seperti kamu, hanya wahyu kepadaku bahwa Tuhan kamu itu satu Tuhan. Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.'” (Al-Kahfi 18:110)**
– Artinya: Katakanlah: ‘Aku hanya manusia biasa seperti kamu, hanya wahyu kepadaku bahwa Tuhan kamu itu satu Tuhan. Barangsiapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.’
– Penjelasan: Membimbing untuk menyembah Allah dengan ikhlas dan beramal sholeh tanpa menyekutukan-Nya.

29. **”Dan Kami berikan kitab kepada Musa, tetapi mereka berselisih tentang kitab itu, padahal mereka telah diberi pengetahuan, karena hal itu, agar mereka (orang-orang yang kafir) yakin.” (Al-Baqarah 2:213)**
– Artinya: Dan Kami berikan kitab kepada Musa, tetapi mereka berselisih tentang kitab itu, padahal mereka telah diberi pengetahuan, karena hal itu, agar mereka (orang-orang yang kafir) yakin.
– Penjelasan: Menunjukkan betapa pentingnya menggunakan ilmu pengetahuan yang diberikan Allah untuk memperoleh keyakinan yang benar.

30. **”Dan kepada Allah menyerahkan diri semua makhluk di langit dan di bumi, dengan sukarela atau terpaksa, dan kepada-Nya mereka akan dikembalikan.” (Ali ‘Imran 3:83)**
– Artinya: Dan kepada Allah menyerahkan diri semua makhluk di langit dan di bumi, dengan sukarela atau terpaksa, dan kepada-Nya mereka akan dikembalikan.
– Penjelasan: Menegaskan bahwa semua makhluk akan kembali kepada Allah dan bahwa ketaatan kepada-Nya dilakukan dengan sukarela atau terpaksa.

31. **”Dan mengenai harta pusaka, hendaklah pewaris laki-laki mendapat bagian yang sama seperti bagian dua orang perempuan.” (An-Nisa’ 4:11)**
– Artinya: Dan mengenai harta pusaka, hendaklah pewaris laki-laki mendapat bagian yang sama seperti bagian dua orang perempuan.
– Penjelasan: Menetapkan hak-hak warisan bagi laki-laki dan perempuan sebagai bentuk keadilan.

32. **”Dan Dia-lah Yang menjadikan malam dan siang berturut-turut bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau bersyukur.” (Al-Furqan 25:62)**
– Artinya: Dan Dia-lah Yang menjadikan malam dan siang berturut-turut bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau bersyukur.
– Penjelasan: Mengajak manusia untuk merenung dan bersyukur atas penciptaan Allah, baik di waktu malam maupun siang.

33. **”Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) menyempurnakan kebaikan padanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A’raf 7:56)**
– Artinya: Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) menyempurnakan kebaikan padanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
– Penjelasan: Mendorong untuk menjaga kelestarian bumi dan berdoa kepada Allah dengan rasa takut dan harapan.

34. **”Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (At-Talaq 65:3)**
– Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
– Penjelasan: Menegaskan pentingnya tawakkal, yaitu bergantung sepenuhnya kepada Allah dalam segala urusan.

35. **”Hai

orang-orang yang beriman, janganlah sebahagian kamu mengejek sebahagian yang lain; boleh jadi yang dicela lebih baik dari pada yang mencela, dan janganlah sebahagian dari kamu mengumpat sebahagian yang lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat 49:11)**
– Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah sebahagian kamu mengejek sebahagian yang lain; boleh jadi yang dicela lebih baik dari pada yang mencela, dan janganlah sebahagian dari kamu mengumpat sebahagian yang lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
– Penjelasan: Melarang fitnah dan ejekan antar sesama Muslim serta menekankan pentingnya takwa.

36. **”Sesungguhnya, setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia sebagai musuh. Sesungguhnya, panggilan setan itu hanyalah untuk golongan yang jauh (dari petunjuk).” (Fussilat 41:36)**
– Artinya: Sesungguhnya, setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah dia sebagai musuh. Sesungguhnya, panggilan setan itu hanyalah untuk golongan yang jauh (dari petunjuk).
– Penjelasan: Memberi peringatan tentang bahaya setan dan mengajak untuk menjauhinya.

37. **”Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (Ar-Rahman 55:33)**
– Artinya: Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
– Penjelasan: Mengajak manusia untuk merenung dan bersyukur atas segala nikmat Allah yang melimpah.

38. **”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Ali ‘Imran 3:190)**
– Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.
– Penjelasan: Menunjukkan kebesaran Allah dalam penciptaan alam semesta sebagai tanda bagi orang yang berakal.

39. **”Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al-Hashr 59:19)**
– Artinya: Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.
– Penjelasan: Peringatan agar tidak lupa kepada Allah dan akibat yang akan diterima oleh orang yang lalai.

40. **”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang telah diazabkan-Nya pada setiap sesuatu.” (At-Talaq 65:2-3)**
– Artinya: Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang telah diazabkan-Nya pada setiap sesuatu.
– Penjelasan: Mendorong untuk bertaqwa dan bertawakkal kepada Allah, yakin bahwa Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki yang tak terduga.

41. **”Dan berikanlah kepada keluarga yang dekat dengan haknya, dan kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) dengan berlebih-lebihan. Sesungguhnya orang yang berlebih-lebihan adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Al-Isra 17:26-27)**
– Artinya: Dan berikanlah kepada keluarga yang dekat dengan haknya, dan kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) dengan berlebih-lebihan. Sesungguhnya orang yang berlebih-lebihan adalah saudara setan, dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.
– Penjelasan: Memberikan petunjuk tentang cara berinfak dan memberi sedekah dengan bijak.

42. **”Dan hendaklah kamu berlaku adil terhadap anak-anak yatim itu, (kalau kamu menjadi hakim) walaupun ia kerabatmu sendiri. Sesungguhnya hal itu lebih mendekatkan mereka kepada keadilan. Dan sempurnakanlah takaran, timbang-timbanglah dengan timbangan yang lurus, dan janganlah Kami memberikan kepada seseorang beban melainkan dengan sepadan dengan kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, hendaklah kamu berlaku adil, sekalipun terhadap kerabatmu, dan dekatkanlah dirimu kepada Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-An’am 6:152)**
– Artinya: Dan hendaklah kamu berlaku adil terhadap anak-anak yatim itu, (kalau kamu menjadi hakim) walaupun ia kerabatmu sendiri. Sesungguhnya hal itu lebih mendekat

kan mereka kepada keadilan. Dan sempurnakanlah takaran, timbang-timbanglah dengan timbangan yang lurus, dan janganlah Kami memberikan kepada seseorang beban melainkan dengan sepadan dengan kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, hendaklah kamu berlaku adil, sekalipun terhadap kerabatmu, dan dekatkanlah dirimu kepada Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
– Penjelasan: Menekankan keadilan dalam berbagai aspek kehidupan dan mengingatkan tentang keadilan terhadap anak yatim.

43. **”Sesungguhnya, di waktu kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah 94:6)**
– Artinya: Sesungguhnya, di waktu kesulitan itu ada kemudahan.
– Penjelasan: Menyampaikan harapan bahwa setiap kesulitan akan diikuti oleh kemudahan.

44. **”Dan apabila kamu dibinasakan dalam suatu kota, maka orang-orang yang zalim di dalamnya ditimpa siksaan (yang keras); itulah sebabnya kelak (akan binasa) kota-kota-kota besar.” (Al-Isra 17:16)**
– Artinya: Dan apabila kamu dibinasakan dalam suatu kota, maka orang-orang yang zalim di dalamnya ditimpa siksaan (yang keras); itulah sebabnya kelak (akan binasa) kota-kota-kota besar.
– Penjelasan: Mengingatkan akan hukuman Allah terhadap kota-kota yang penuh dengan kezaliman.

45. **”Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh dengan tidak benar, maka sesungguhnya Kami telah memberikan kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi hendaklah mereka tidak melampaui batas dalam membunuh (membalasnya); sesungguhnya dia adalah seorang yang mendapat pertolongan.” (Al-Isra 17:33)**
– Artinya: Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh dengan tidak benar, maka sesungguhnya Kami telah memberikan kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi hendaklah mereka tidak melampaui batas dalam membunuh (membalasnya); sesungguhnya dia adalah seorang yang mendapat pertolongan.
– Penjelasan: Menetapkan hukuman bagi pembunuh dan membatasi tindakan pembalasan agar sesuai dengan keadilan.

46. **”Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat: ‘Kapan terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menyatakannya pada waktunya kecuali Dia. Berat sekali (hari kiamat) di langit dan di bumi. Tidak datang kepadamu melainkan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seolah-olah kamu mengetahuinya dengan pasti. Katakanlah: ‘Pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.'” (Al-A’raf 7:187)**
– Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang hari kiamat: ‘Kapan terjadinya?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menyatakannya pada waktunya kecuali Dia. Berat sekali (hari kiamat) di langit dan di bumi. Tidak datang kepadamu melainkan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seolah-olah kamu mengetahuinya dengan pasti. Katakanlah: ‘Pengetahuan tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’
– Penjelasan: Menegaskan bahwa hanya Allah yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat dan manusia tidak memiliki pengetahuan tentangnya.

47. **”Dan sesungguhnya tidak ada binatang melata di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua itu tertulis dalam kitab yang nyata.” (Hud 11:6)**
– Artinya: Dan sesungguhnya tidak ada binatang melata di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua itu tertulis dalam kitab yang nyata.
– Penjelasan: Mengajarkan kepercayaan bahwa rezeki setiap makhluk diatur oleh Allah dan segala sesuatu tertulis dalam kitab-Nya.

48. **”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui (tentangnya). Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Al-Isra 17:36)**
– Artinya: Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui (tentangnya). Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.
– Penjelasan: Mendorong untuk berhati-hati dalam mengikuti sesuatu dan mengingat bahwa segala sesuatu akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

49. **”Dan janganlah kamu mencari keburukan di muka bumi sesudah (Allah) menyempurnakan kebaikan padanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Isra 17:37)**
– Artinya: Dan janganlah kamu mencari keburukan di muka bumi sesudah (Allah) menyempurnakan kebaikan padanya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa

takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
– Penjelasan: Mendorong untuk menjaga kelestarian bumi dan berdoa dengan rasa takut dan harapan kepada Allah.

50. **”Dan tidaklah patut bagi seorang manusia (mendapat) apa yang diucapkannya, kecuali (sebagai pembuktian) kejahatan atau kebajikan yang diucapkannya. Dan apabila datang waktu mati kepada salah seorang di antara mereka, tidaklah ia dapat mengundurkannya sedikit pun dan tidak (pula) dapat mendahulukannya.” (Yasin 36:39-40)**
– Artinya: Dan tidaklah patut bagi seorang manusia (mendapat) apa yang diucapkannya, kecuali (sebagai pembuktian) kejahatan atau kebajikan yang diucapkannya. Dan apabila datang waktu mati kepada salah seorang di antara mereka, tidaklah ia dapat mengundurkannya sedikit pun dan tidak (pula) dapat mendahulukannya.
– Penjelasan: Menegaskan bahwa setiap ucapan dan perbuatan akan menjadi bukti di hari kiamat, dan tidak ada yang dapat mengubah takdir kematian.

Itulah 50 kata mutiara dari Al-Quran beserta artinya dan penjelasannya. Semoga ayat-ayat tersebut dapat memberikan inspirasi, petunjuk, dan kebijaksanaan bagi kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Categories
Ilmu Kata Mutiara

+50 kata mutiara dalam bahasa arab beserta artinya

Tentu, berikut adalah 50 kata mutiara dalam bahasa Arab beserta artinya:

1. الصَّدِيق وقت الضِّيق
“Sahabat adalah pada saat kesulitan.”

2. العقل زينة
“Akal adalah perhiasan.”

3. العين حقٌّ
“Mata adalah hak.”

4. الباب الذي يُؤْخَذُ بمفتاحه
“Pintu yang dapat dibuka dengan kuncinya.”

5. الجواب بالسُّؤَال
“Jawaban ada pada pertanyaan.”

6. الكتمان نصف الحكمة
“Menjaga rahasia adalah separuh kebijaksanaan.”

7. الأمل آخر الليل
“Harapan ada di penghujung malam.”

8. الحب والحرب لا يُعدّ فيها
“Cinta dan perang tidak bisa diukur.”

9. الهدوء قوة
“Ketenangan adalah kekuatan.”

10. الصبر مِفتاح الفرج
“Sabar adalah kunci keberhasilan.”

11. العفو أقوى من الانتقام
“Memaafkan lebih kuat daripada membalas.”

12. العلم نور
“Ilmu adalah cahaya.”

13. اللامبالاة حماقة
“Keacuhan adalah kebodohan.”

14. الكرم أن تُعطي قبل أن تُطلب
“Kemurahan hati adalah memberi sebelum diminta.”

15. الحياة قصيرة، استغلّها في طاعة الله
“Hidup ini singkat, manfaatkan dengan beribadah kepada Allah.”

16. السلامة تاج العافية
“Kesehatan adalah mahkota keberhasilan.”

17. العمل أثمن من الذهب
“Usaha lebih berharga daripada emas.”

18. الأمل يولد في الظلام
“Harapan muncul dalam kegelapan.”

19. الجمال جمال الأخلاق
“Kecantikan adalah kecantikan budi pekerti.”

20. الوقت من ذهب
“Waktu adalah emas.”

21. الكِتمَان أفضل من الكلام
“Menjaga diam lebih baik daripada bicara.”

22. العلماء ورثة الأنبياء
“Para ulama adalah pewaris para nabi.”

23. العقل زينة
“Pikiran adalah perhiasan.”

24. الصديق وقت الضيق
“Sahabat adalah pada saat kesulitan.”

25. القلب يرى بعينين
“Hati melihat dengan dua mata.”

26. الحياة مليئة بالتحديات
“Hidup penuh dengan tantangan.”

27. الصحة تاج على رؤوس الأصحاء
“Kesehatan adalah mahkota di kepala orang sehat.”

28. الصبر مفتاح الفلاح
“Sabar adalah kunci kesuksesan.”

29. الصدق أغلى من الذهب
“Kejujuran lebih berharga daripada emas.”

30. العقلاء يتعلمون من تجارب الآخرين
“Orang bijak belajar dari pengalaman orang lain.”

31. الكتاب أفضل صديق
“Buku adalah sahabat terbaik.”

32. العلم نور ينير الطريق
“Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan.”

33. السلامة أهم من الثروة
“Kesehatan lebih penting daripada kekayaan.”

34. الحكمة خير ميراث
“Kebijaksanaan adalah warisan terbaik.”

35. النوم نصف الصحة
“Tidur adalah setengah dari kesehatan.”

36. الحياة قصيرة، اعمل لدار الآخرة
“Hidup singkat, bekerja untuk akhirat.”

37. الأمل يجعل الشدائد أهون
“Harapan membuat kesulitan menjadi lebih mudah.”

38. العمل الجاد يؤدي إلى النجاح
“Kerja keras mengarah pada kesuksesan.”

39. الصدق طابع الشرف
“Kejujuran adalah cap kehormatan.”

40. اللين يغلب الحديد
“Kekuatan lembut mengalahkan kekerasan.”

41. الحياة لحظات
“Hidup adalah serangkaian momen.”

42. الكرم ينبت الأماني
“Kemurahan hati menumbuhkan harapan.”

43. السلام أغلى من الحرب
“Damai lebih berharga daripada perang.”

44. الشكر تحية الأذكياء
“Bersyukur adalah tanda kecerdasan.”

45. الأمل يجعل المستحيل ممكنًا
“Harapan membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.”

46. العقل ثروة لا تفنى
“Akal adalah kekayaan yang tidak terkikis.”

47. العمل الصالح باقٍ
“Amal baik akan terus abadi.”

48. الجود يجلب الجمال
“Kemurahan hati membawa keindahan.”

49. العمل بدلاً من الكلام
“Berbuat lebih baik daripada berbicara.”

50. الصديق وقت الضيق
“Sahabat adalah pada saat kesulitan.”

Categories
Ilmu

90+ Soal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Berikut adalah 30 soal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Silakan digunakan untuk tujuan pendidikan dan pembelajaran:

Pendidikan Agama Islam:

1. Apa pengertian tauhid dalam Islam?
2. Sebutkan dan jelaskan rukun iman dalam Islam!
3. Apa saja rukun Islam? Jelaskan masing-masing!
4. Ceritakan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj dalam sejarah Islam!
5. Apa hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari kisah Nabi Ibrahim AS?
6. Jelaskan tentang lima pilar ibadah dalam Islam!
7. Apa pentingnya shalat lima waktu dalam kehidupan seorang Muslim?
8. Bagaimana cara mengerjakan ibadah haji dan umrah? Jelaskan langkah-langkahnya!
9. Ceritakan tentang keutamaan bulan Ramadan dan bagaimana cara menjalankan puasa Ramadan dengan benar!
10. Apa itu zakat? Bagaimana zakat dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dalam masyarakat?
11. Jelaskan tentang pentingnya adab dan akhlak dalam Islam!
12. Bagaimana Islam mengajarkan toleransi dan persaudaraan antar umat beragama?
13. Apa hukum tentang riba dalam Islam?
14. Jelaskan tentang makna dan hikmah dari jihad dalam Islam!
15. Ceritakan tentang kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan bagi umat Muslim!

Budi Pekerti:

16. Apa pengertian budi pekerti dan mengapa budi pekerti penting dalam kehidupan sehari-hari?
17. Jelaskan tentang nilai-nilai kejujuran dan integritas dalam budi pekerti!
18. Mengapa penting bagi kita untuk memiliki sikap tanggung jawab?
19. Bagaimana cara mengembangkan rasa empati terhadap orang lain?
20. Apa peran rasa sayang dan kasih sayang dalam membentuk budi pekerti?
21. Ceritakan tentang contoh nyata dari sikap rendah hati dan mengapa hal tersebut penting dalam budi pekerti?
22. Mengapa penting untuk memiliki sikap sabar dalam menghadapi cobaan dan kesulitan dalam hidup?
23. Jelaskan tentang pentingnya rasa hormat dan sopan santun dalam interaksi sosial!
24. Bagaimana cara mengembangkan sikap kerja keras dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan?
25. Apa makna dari sikap adil dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?
26. Jelaskan tentang arti penting kejujuran dalam berkomunikasi dengan orang lain!
27. Mengapa penting untuk berempati terhadap lingkungan dan alam sekitar?
28. Bagaimana cara mengatasi konflik dan perbedaan pendapat dengan cara yang bijaksana dan damai?
29. Ceritakan tentang pentingnya menghargai perbedaan budaya dan keberagaman dalam masyarakat!
30. Apa dampak positif dari memiliki budi pekerti yang baik dalam kehidupan pribadi dan sosial?

Semoga 30 soal ini dapat membantu dalam meningkatkan pemahaman tentang Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Selamat belajar!

Berikut adalah contoh 30 soal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti:

Bagian I: Pendidikan Agama Islam

1. Apa arti dari kalimat syahadat dalam Islam?
a. Salam sejahtera
b. Pernyataan keyakinan dalam Tuhan
c. Perintah beribadah
d. Panduan hidup

2. Siapakah Rasul terakhir dalam agama Islam?
a. Nabi Muhammad SAW
b. Nabi Isa AS
c. Nabi Ibrahim AS
d. Nabi Musa AS

3. Ibadah haji wajib dilakukan oleh umat Muslim yang memenuhi syarat, berapa kali dalam seumur hidup?
a. Satu kali
b. Dua kali
c. Tiga kali
d. Empat kali

4. Apa yang dimaksud dengan Zakat dalam Islam?
a. Shalat wajib
b. Amal kebajikan
c. Pemberian infak
d. Pemberian zakat

5. Berapa jumlah rakaat dalam shalat lima waktu?
a. 15 rakaat
b. 17 rakaat
c. 19 rakaat
d. 20 rakaat

6. Apa yang dimaksud dengan “Ka’bah” dalam Islam?
a. Hari raya besar
b. Pusat ibadah Muslim di Makkah
c. Kitab suci umat Islam
d. Tempat peribadatan umat Islam di Yerusalem

7. Bulan Ramadan adalah bulan suci dalam agama Islam, selama bulan Ramadan, umat Muslim berpuasa dari…
a. Makan dan minum
b. Makan, minum, dan berhubungan badan
c. Tidur
d. Berbicara

8. Berapa jumlah pilar Islam yang harus dijalankan oleh setiap Muslim?
a. 3 pilar
b. 4 pilar
c. 5 pilar
d. 6 pilar

9. Apa hukum dari mencuri dalam Islam?
a. Dihukum mati
b. Dihukum cambuk
c. Dihukum penjara seumur hidup
d. Dihukum membayar denda

10. Siapakah tokoh wanita terkenal dalam sejarah Islam yang menjadi istri Nabi Muhammad SAW?
a. Khadijah RA
b. Aisyah RA
c. Fatimah RA
d. Maryam RA

Bagian II: Budi Pekerti

11. Apa yang dimaksud dengan budi pekerti?
a. Ibadah harian
b. Sikap dan perilaku baik yang melekat pada diri seseorang
c. Pengetahuan agama
d. Kebiasaan buruk

12. Mengapa budi pekerti penting dalam kehidupan sehari-hari?
a. Agar mendapatkan harta lebih banyak
b. Meningkatkan popularitas
c. Menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai
d. Mendapatkan kekuasaan

13. Nilai apa yang diwujudkan dalam sikap tolong-menolong sesama manusia?
a. Jujur
b. Tanggung jawab
c. Solidaritas
d. Sabar

14. Apa makna dari sikap rendah hati?
a. Merendahkan orang lain
b. Merasa paling baik dari orang lain
c. Tidak sombong dan menerima kekurangan diri sendiri
d. Memperlihatkan kesombongan

15. Bagaimana cara menunjukkan rasa empati kepada orang lain?
a. Acuh tak acuh
b. Memahami perasaan dan kesulitan orang lain
c. Mengkritik tanpa pandang bulu
d. Menghindari kontak dengan orang lain

16. Apa arti dari sikap disiplin?
a. Bertindak sesuka hati tanpa aturan
b. Menghormati aturan dan tata tertib yang berlaku
c. Menjalankan kebiasaan buruk
d. Mengekspresikan perasaan secara berlebihan

17. Mengapa penting untuk menjadi jujur dalam berinteraksi dengan orang lain?
a. Agar dapat mengelabui orang lain
b. Agar dihormati
c. Untuk memperoleh keuntungan pribadi
d. Memupuk kepercayaan dan menjaga integritas diri

18. Sikap apa yang menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau yang berkedudukan lebih tinggi?
a. Sikap sombong
b. Sikap hormat
c. Sikap tidak sopan
d. Sikap acuh tak acuh

19. Bagaimana cara menunjukkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari?
a. Mengeluh tentang segala hal
b. Menghargai apa yang dimiliki dan bersyukur atasnya
c. Membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan
d. Merasa lebih baik daripada orang lain

20. Mengapa penting untuk menjaga janji yang telah dibuat dengan orang lain?
a. Agar orang lain tidak meminta bantuan
b. Menjaga hubungan yang baik dengan orang lain
c. Agar tidak dilihat sebagai orang lemah
d. Agar tidak dianggap sombong

Semoga 30 soal ini membantu dalam pengajaran dan pemahaman tentang Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Pastikan untuk menyesuaikan soal dengan tingkat kesulitan dan target usia peserta. Selamat mengajar!

Berikut adalah contoh 30 soal Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti:

Bagian I: Pendidikan Agama Islam

1. Apa arti dari kalimat syahadat dalam Islam?
a. Salam sejahtera
b. Pernyataan keyakinan dalam Tuhan
c. Perintah beribadah
d. Panduan hidup

2. Siapakah Rasul terakhir dalam agama Islam?
a. Nabi Muhammad SAW
b. Nabi Isa AS
c. Nabi Ibrahim AS
d. Nabi Musa AS

3. Ibadah haji wajib dilakukan oleh umat Muslim yang memenuhi syarat, berapa kali dalam seumur hidup?
a. Satu kali
b. Dua kali
c. Tiga kali
d. Empat kali

4. Apa yang dimaksud dengan Zakat dalam Islam?
a. Shalat wajib
b. Amal kebajikan
c. Pemberian infak
d. Pemberian zakat

5. Berapa jumlah rakaat dalam shalat lima waktu?
a. 15 rakaat
b. 17 rakaat
c. 19 rakaat
d. 20 rakaat

6. Apa yang dimaksud dengan “Ka’bah” dalam Islam?
a. Hari raya besar
b. Pusat ibadah Muslim di Makkah
c. Kitab suci umat Islam
d. Tempat peribadatan umat Islam di Yerusalem

7. Bulan Ramadan adalah bulan suci dalam agama Islam, selama bulan Ramadan, umat Muslim berpuasa dari…
a. Makan dan minum
b. Makan, minum, dan berhubungan badan
c. Tidur
d. Berbicara

8. Berapa jumlah pilar Islam yang harus dijalankan oleh setiap Muslim?
a. 3 pilar
b. 4 pilar
c. 5 pilar
d. 6 pilar

9. Apa hukum dari mencuri dalam Islam?
a. Dihukum mati
b. Dihukum cambuk
c. Dihukum penjara seumur hidup
d. Dihukum membayar denda

10. Siapakah tokoh wanita terkenal dalam sejarah Islam yang menjadi istri Nabi Muhammad SAW?
a. Khadijah RA
b. Aisyah RA
c. Fatimah RA
d. Maryam RA

Bagian II: Budi Pekerti

11. Apa yang dimaksud dengan budi pekerti?
a. Ibadah harian
b. Sikap dan perilaku baik yang melekat pada diri seseorang
c. Pengetahuan agama
d. Kebiasaan buruk

12. Mengapa budi pekerti penting dalam kehidupan sehari-hari?
a. Agar mendapatkan harta lebih banyak
b. Meningkatkan popularitas
c. Menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai
d. Mendapatkan kekuasaan

13. Nilai apa yang diwujudkan dalam sikap tolong-menolong sesama manusia?
a. Jujur
b. Tanggung jawab
c. Solidaritas
d. Sabar

14. Apa makna dari sikap rendah hati?
a. Merendahkan orang lain
b. Merasa paling baik dari orang lain
c. Tidak sombong dan menerima kekurangan diri sendiri
d. Memperlihatkan kesombongan

15. Bagaimana cara menunjukkan rasa empati kepada orang lain?
a. Acuh tak acuh
b. Memahami perasaan dan kesulitan orang lain
c. Mengkritik tanpa pandang bulu
d. Menghindari kontak dengan orang lain

16. Apa arti dari sikap disiplin?
a. Bertindak sesuka hati tanpa aturan
b. Menghormati aturan dan tata tertib yang berlaku
c. Menjalankan kebiasaan buruk
d. Mengekspresikan perasaan secara berlebihan

17. Mengapa penting untuk menjadi jujur dalam berinteraksi dengan orang lain?
a. Agar dapat mengelabui orang lain
b. Agar dihormati
c. Untuk memperoleh keuntungan pribadi
d. Memupuk kepercayaan dan menjaga integritas diri

18. Sikap apa yang menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua atau yang berkedudukan lebih tinggi?
a. Sikap sombong
b. Sikap hormat
c. Sikap tidak sopan
d. Sikap acuh tak acuh

19. Bagaimana cara menunjukkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari?
a. Mengeluh tentang segala hal
b. Menghargai apa yang dimiliki dan bersyukur atasnya
c. Membandingkan diri dengan orang lain secara berlebihan
d. Merasa lebih baik daripada orang lain

20. Mengapa penting untuk menjaga janji yang telah dibuat dengan orang lain?
a. Agar orang lain tidak meminta bantuan
b. Menjaga hubungan yang baik dengan orang lain
c. Agar tidak dilihat sebagai orang lemah
d. Agar tidak dianggap sombong

Semoga 30 soal ini membantu dalam pengajaran dan pemahaman tentang Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Pastikan untuk menyesuaikan soal dengan tingkat kesulitan dan target usia peserta. Selamat mengajar!

Categories
Ilmu Wawasan

30+ Kata Mutiara Dalam Al Qur’an

Berikut adalah sepuluh kutipan kata mutiara dari Al-Quran:

1. “إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ” (Surah Al-Hadid, Ayat 20) – “Hanya bermain-main dan hiburan belaka kehidupan dunia. Tetapi jika beriman dan bertakwa, Allah akan memberi pahala kepada kalian, dan Dia tidak akan meminta harta-harta kalian.”

2. “وَمَن يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَّحِيمًا” (Surah An-Nisa, Ayat 110) – “Dan barangsiapa berbuat jahat atau menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

3. “وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ” (Surah Al-Baqarah, Ayat 155) – “Dan sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan hasil-hasil (usaha) kalian. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”

4. “وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا” (Surah At-Talaq, Ayat 2-3) – “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”

5. “وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ” (Surah Al-Baqarah, Ayat 120) – “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah merasa puas denganmu sampai engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).’ Dan sesungguhnya, jika engkau mengikuti hawa nafsu mereka setelah ilmu yang telah datang kepadamu, maka Allah tidak akan menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

6. “وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ” (Surah Al-Imran, Ayat 135) – “Dan siapa yang mengampuni dosa, selain Allah, dan tidak meneruskan apa yang telah mereka lakukan, sedangkan mereka mengetahuinya, maka Allah akan mengampuni mereka.”

7. “وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَـٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا” (Surah Al-Isra, Ayat 36) – “Dan janganlah engkau mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertang

gungjawaban.”

8. “وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ” (Surah Az-Zukhruf, Ayat 36) – “Dan barangsiapa yang berpaling dari mengingat (perintah-perintah) Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami adakan setan baginya, maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu bersamanya.”

9. “وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ” (Surah Hud, Ayat 115) – “Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan balasan orang-orang yang berbuat baik.”

10. “قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا ۚ هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ” (Surah At-Tawbah, Ayat 51) – “Katakanlah, ‘Tidak akan menimpa kami, kecuali apa yang Allah telah tetapkan untuk kami. Dia adalah pelindung kami, dan hanya kepada Allahlah hendaknya bertawakkal orang-orang yang beriman.'”

Semoga kutipan-kutipan ini memberikan hikmah dan inspirasi bagi kehidupan Anda.

Berikut adalah sepuluh kutipan kata mutiara dari Al-Quran:

1. “إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا” (Inna ma’al ‘usri yusra) – Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan. (Surah Al-Insyirah, 94:6)

2. “وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ” (Wa man yattaqi Allaha yaj’al lahu makhrajan wayarzuqhu min haythu la yahtasib) – Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak terduga. (Surah At-Talaq, 65:2-3)

3. “وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ” (Wa ma asabakum min musibatin fabima kasabat aydikum waya’fu ‘an kathir) – Apa saja bencana yang menimpa kamu, maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahanmu. (Surah Ash-Shura, 42:30)

4. “وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا” (Wa qul Rabbi zidni ‘ilma) – Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.” (Surah Ta-Ha, 20:114)

5. “وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ” (Wa la tahsabanna alladhina qutilu fi sabilillahi amwatan bal ahyaoona ‘inda rabbihim yurzaqoon) – Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup di sisi Tuhannya, dengan mendapat rezeki (yang tidak terputus). (Surah Al ‘Imran, 3:169)

6. “وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ” (Wa ‘asa an takrahu shay’an wa huwa khayrun lakum wa ‘asa an tuhibbu shay’an wa huwa sharrun lakum wallahu ya’lamu wa antum la ta’lamun) – Dan mungkin kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan mungkin (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah-lah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (Surah Al-Baqarah, 2:216)

7. “إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ” (Inna Allaha la yughayyiru ma biqawmin hatta yughayyiru ma bianfusihim) – Sesungguhnya, Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Surah Ar-Ra’d, 13:11)

8. “فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا” (Fa innama’al ‘usri yusra, Innama’al ‘usri yusra) – Maka sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan. (Surah Ash-Sharh, 94:5-6)

9. “وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ” (Wallahu yuhibbus-sabireen) – Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Surah Ali ‘Imran, 3:146)

10. “لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا” (La yukallifullahu nafsan illa wus’aha) – Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Surah Al-Baqarah, 2:286)

Kutipan-kutipan ini mengandung hikmah dan petunjuk dari Al-Quran untuk memberikan inspirasi dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut adalah sepuluh kutipan mutiara dari Al-Quran:

1. “إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ” (Surah Ar-Ra’d, Ayat 11) – Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

2. “وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ” (Surah Al ‘Imran, Ayat 139) – Janganlah kamu lemah, dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi jika kamu orang-orang yang beriman.

3. “وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ” (Surah Al-Baqarah, Ayat 155) – Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

4. “إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا” (Surah Ash-Sharh, Ayat 5-6) – Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

5. “فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا” (Surah Al-Insyirah, Ayat 5-6) – Maka sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan.

6. “وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ” (Surah Ash-Shura, Ayat 30) – Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka disebabkan perbuatan tanganmu sendiri dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).

7. “وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ” (Surah Al-Baqarah, Ayat 153) – Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

8. “وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا” (Surah Al-Kahf, Ayat 23) – Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu, ‘Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok.’

9. “رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ” (Surah Al ‘Imran, Ayat 8) – Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu; sungguh Engkaulah Maha Pemberi.

10. “لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا” (Surah Al-Baqarah, Ayat 286) – Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Semoga kutipan-kutipan dari Al-Quran ini memberikan hikmah dan inspirasi dalam kehidupan Anda.